Hikmah Aqiqah sesuai Sunnah

By:
Categories: Seputar Aqiqah
No Comments

Hikmah aqiqah sesuai sunnah di dalam Islam ada banyak, diantaranya hikmah aqiqah untuk orang tua, anak dan masyarakat. Hikmah aqiqah sesuai sunnah bagi orang tua adalah semakin mendekatkan diri kepada Allah. Karena aqiqah adalah salah satu ibadah seorang hamba kepada Allah Ta’ala, maka dengan melaksanakan ibadah aqiqah ini maka orang tersebut sedang berupaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala melalui ibadah aqiqah itu sendiri.

Jika kita menengok pada sejarah masa lalu mengenai aqiqah pada masa jahiliyah, kita akan melihat bahwa aqiqah lebih mengarah pada ritual penyembahan berhala. Hal ini juga dijelaskan di dalam dalil HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107, no. 2843 dari Buraidah.

Kemudian, pada masa kejayaan Islam aqiqah dialihfungsikan untuk menjadi salah satu cara bersyukur atas karunia anak yang Allah Ta’ala berikan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak serta meniadakan tradisi masyarakat tertentu, namun Islam berupaya untuk meluruskan dan menyempurnakan tradisi dalam kehidupan masyarakat yang memang sudah ada.

Hikmah Aqiqah

Hikmah Aqiqah

Sebagai seorang muslim, penting bagi kita untuk memahami hikmah dalam melaksanakan aqiqah. Pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan syariat Islam memiliki manfaat, makna serta hikmah yang dapat menuntun seorang mukmin untuk menjadi lebih baik. Terdapat beberapa dalil yang bersumber dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hikmah melaksanakan aqiqah menurut Islam.

Arti Hikmah

Untuk dapat membahas mengenai hikmah aqiqah, kita perlu membahas mengenai arti dari hikmah itu sendiri. Hikmah secara bahasa, sebenarnya berasal dari bahasa Arab dan memiliki beberapa arti.

Pengertian Hikmah

Ibnu Manzhur di dalam kitab Lisan al – Arab menjelaskan bahwa hikmah adalah al -qadha. Al – qadha artinya adalah memutuskan. Di dalam kitab Al-Mu’jam al – Wasith, hikmah dimaknai dengan menghalangi atau melarang.

Menurut makna Istilah, hikmah berarti bermaksud untuk adil dalam memutuskan suatu perkara. Di dalam kitab Mu’jam Taj’al – Arus hikmah mengandung makna mengetahui segala hakikat suatu perkara dengan apa adanya, dan kemudian mengamalkan kandungan yang ada di di dalamnya.

Istilah Hikmah di dalam Al – Qur’an

Kata hikmah sendiri juga ada di dalam Al – Qur’an, dan disebutkan beberapa kali. Adapun kata hikmah yang tercantum di dalam Al – Qur’an diantaranya:

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَآ آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكًا عَظِيمًا

Terjemahannya:

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah (kenabian) kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”.

(QS. An – Nisa: 54)

Abdurrahman as – Sa’ di dalam kitabnya yang berjudul Tafsir Karim ar – Rahman fi Kalam al – Mannan, menjelaskan arti kata hikmah dalam konteks surat An – Nisa: 54 ini berarti kenikmatan.

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ……

Terjemahannya:

“….Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu, dana pa yang telah diturunkan-Nya kepadamu yaitu Al-Kitab (Qur’an) dan Al-Hikmah (Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu”.

(QS. Al – Baqarah: 231).

Ar – Razy, mengutip pendapat al – Muqatil dalam kitabnya yang berjudul Tafsir Mafatih al-Ghaib, hikmah di dalam surat Al – Baqarah: 231 ini memiliki arti sebagai nasihat atau pedoman.

 

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Terjemahannya:

“Dan Kami berikan hikmah (kenabian) kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan”.

(QS. Shad: 20)

Berdasarkan kitab Tafsir Jalalain, makna hikah di dalam ayat tersebut adalah kenabian atau ketepatan dalam segala perkara.

Kesimpulan Arti Hikmah

Dari beberapa paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa arti hikmah adalah kebijaksanaan, pedoman dan semua makna yang ada di dalam sebuah peristiwa.

Hikmah Aqiqah

Islam sebagai agama samawi (langit) yang menyempurnakan kehidupan umat. Cara Islam mengajarkan kebenaran kepada manusia adalah dengan mengajarkan syariat melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitupun dengan ajaran menunaikan ibadah aqiqah.

Hukum aqiqah di dalam Islam merupakan salah satu ibadah yang hukumnya sunnah mu’akkad, hal ini sesuai dengan jumhur para ulama. Jika ibadah ini dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam yang benar, maka ia akan memberikan hikmah untuk orang tua, bayi dan masyarakat.

Apalagi jika aqiqah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, sehingga orang yang melaksanakan aqiqah (ahlul aqiqah) mendapatkan ridho dari Allah Ta’ala.

Adapun hikmah dari menunaikan ibadah aqiqah adalah sebagai berikut:

Hikmah Aqiqah bagi Orang Tua

Hikmah aqiqah bagi orang tua dan ibadah aqiqah merupakan suatu kesatuan. Jika orang tua melaksanakan aqiqah dengan ikhlas dan semata – mata karena Allah Ta’ala, maka ia akan memperoleh banyak hikmah atasnya.

Menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Seperti sebuah riwayat yang menjelaskan keutamaan bagi orang – orang yang menegakkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang tua yang menegakkan sunnah dengan menunaikan ibadah aqiqah pun memiliki keutamaan tersebut.

Hadits yang menjelaskan hal tersebut berasal dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al – Muzani yang mengatakan bahwa Rasulullah shallahllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Terjemahannya:

“Barangsiapa yang menghidupkan satu dari sunnah – sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka ia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.”

(HR. Ibnu Majah no. 209. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab ‘Shahih Ibnu Majah no. 173)

Sarana Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala

Asal hukum aqiqah berdasarkan jumhur ulama adalah sunnah muakkad. Dengan begitu, tidak ada dosa apabila tidak dikerjakan namun akan mendapatkan pahal jika dikerjakan. Namun demikian, sunnah muakkad berbeda dengan sunnah. Untuk ibadah berhukum sunnah muakkad, dianjurkan bagi umat muslim yang mampu untuk melaksakannya.

Dan setiap ibadah pastilah akan mendekatkan seorang hamba kepada Sang Pencipta, oleh karena itu dengan menjalankan ibadah aqiqah ini seseorang dapat dikatakan sedang berupaya untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Ta’ala

‘Menebus’ Anak yang ‘Tergadai’ dengan kelahirannya

Hikmah lain dari menunaikan ibadah aqiqah adalah menjadi penebus tergadainya bayi yang telah lahir. Samurah bin Jundub radliyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, sebagai berikut:

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى

Terjemahannya:

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul (rambutnya), dan diberi nama.”

(HR. Ahmad no. 20722, Turmudzi no. 1605. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani).

Tergadai yang dimaksudkan adalah terkait dengan keselamatan anak yang baru lahir tersebut. Dengan melaksanakan aqiqah tersebut, maka orang tua telah berupaya untuk menyelematkan sang anak dari segala bentuk mara bahaya dengan seizin dan ridho Allah Ta’ala. Orang tua juga dapat ikut serta merasakan nikmat bahagia atas kehadiran sang anak ke dunia.

Mula Ali Qori, salah satu penganut madzhab Hanafi, menjelaskan perihal hal di atas. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

مرهون بعقيقته يعني أنه محبوس سلامته عن الآفات بها أو أنه كالشيء المرهون لا يتم الاستمتاع به دون أن يقابل بها لأنه نعمة من الله على والديه فلا بد لهما من الشكر عليه

Terjemahannya:

“Tergadaikan dengan aqiqahnya, artinya jaminan keselamatan untuknya dari segala hal berbahaya, tertahan dengan aqiqahnya. Diibaratkan anak seperti sesuatu yang tergadai, maka tak dapat dinikmati secara sempurna, tanpa ditebus dengan aqiqah. Karena anak merupakan nikmat dari Allah bagi orang tuanya, sehingga keduanya harus bersyukur”.

(Kitab Mirqah al – Mafatih, 12/412)

Hikmah Aqiqah bagi Anak

Hikmah aqiqah ini juga dapat dirasakan oleh ang anak, berikut ini adalah beberapa hikmah aqiqah untuk anak:

Membebaskan anak dari kekangan setan

Salah satu hikmah aqiqah bagi anak ialah terbebasnya sang anak dari kekangan setan. Hal ini dikarenakan setiap bayi yang dilahirkan ke dunia akan diikuti oleh setan. Melalui ibadah aqiqah, maka sang anak akan mendapatkan penghalang dari kekangan setan dan bala tentara setan itu sendiri.

Ibnu Qoyyim memberikan penjelasan atas hal tersebut. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

وقد جعل الله سبحانه النسيكة عن الولد سببا لفك رهانه من الشيطان الذي يعلق به من حين خروجه إلى الدنيا وطعن في خاصرته فكانت العقيقة فداء وتخليصا له من حبس الشيطان له وسجنه في أسره ومنعه له من سعيه في مصالح آخرته التي إليها معاده

Terjemahannya:

“Dan Allah jadikan aqiqah untuk anak sebagai sebab untuk melepaskan kekangan dari setan, yang ia selalu mengiringi bayi sejak lahir ke dunia, dan menusuk bagian pinggang dengan jarinya. Sehingga aqiqah menjadi tebusan untuk membebaskan bayi dari jerat setan, yang menghalanginya untuk melakukan kebaikan bagi akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya”.

(Ibnu Qoyyim dalam kitab Tuhfah al-Maudud hal. 74)

Menghilangkan kotoran dan penyakit

Hikmah lainnya ialah membantu menghilangkan kotoran dan penyakit pada sang anak yang baru dilahirkan tersebut.

Mencukur rambut bayi di dalam tradisi aqiqah merupakan kiasan untuk yang dimaksudkan untuk menghilangkan penyakit serta kotoran terhadap kelahiran bayi tersebut. Tujuan dilakukannya pencukuran rambut adalah agar sang anak dapat tumbuh dengan sehat.

Mendapatkan doa yang baik atas kelahirannya

Tradisi yang dilakukan umat muslim pada saat melaksanakan ibadah aqiqah, ialah mendoakan kebaikan untuk sang anak pada saat ibadah aqiqah tersebut berlangsung. Allah  Ta’ala juga menjelaskan perihal perkara ini di dalam firman – Nya berikut ini:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Terjemahannya:

“Dan Rabbmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

(QS. Al-Mu’min / Ghafir / 40: 60)

Hikmah Aqiqah bagi Masyarakat

Hikmah aqiqah juga dapat didapatkan oleh masyarakat sekitar, khususnya sesama muslim. Hal ini dikarenakan pada saat aqiqah terselenggara, biasanya kerabat, saudara, dan tetangga sesama muslim akan turut berbahagia atas kelahiran anak. Dengan berkumpulnya saudara sesama muslim dalam sebuah majelis ini, maka terpupuklah rasa ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah Islamiyah merupakan sebuah hal yang penting, seperti yang tertuang di dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ : ((لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [مِنَ الْخَيْرِ])) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Terjemahannya:

“Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya dengan segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”.

(HR. Bukhari no.13, Muslim no.45, Ahmad [III/176, 206, 251, 272, 289], Abu ‘Awanah [I/33], Tirmidzi no.2515, Ibnu Majah no.66, an-Nasa’i [VIII/115], dan Ibnu Hibban no.234)

Hikmah aqiqah bagi masyarakat secara umum adalah terwujudnya momen berbagi antara keluarga sang anak yang baru lahir dengan masyarakat sekitar. Seperti tradisi aqiqah pada umumnya akan dilakukan dengan membagikan daging aqiqah yang telah dimasak kepada orang-orang yang membutuhkan, sehingga mereka juga dapat merasakan kenikmatan ibadah aqiqah.

Dalam praktik ini, maka ahlul aqiqah dapat memperoleh hikmah aqiqah yang sangat besar. Hikmah ini tidak hanya terbatas pada memberikan manfaat pribadi untuk orang tua dan anak yang diaqiqahi, namun juga sesama muslim saja dan masyarakat umum lainnya. Melalui ibadah aqiqah ini ahlul aqiqah sekaligus dapat melakukan shodaqoh dengan daging aqiqah pada orang – orang dirasakan membutuhkan. 

Rekomendasi Paket Aqiqah Tangerang

Jika Anda berkeinginan untuk mengaqiqahkan putra putri Anda secara ekonomis, praktis dan syar’i Anda dapat menggunakan jasa Aqiqah Tangerang.

Kami menerima pemesanan untuk acara aqiqah Anda dengan berbagai paket pilihan. Untuk pemesanan dan informasi harga, silakan hubungi customer service kami di:

CS Aqiqah Tangerang:  081380087643

 

Your Thoughts