Do’a Persalinan

By:
Categories: Seputar Aqiqah
No Comments

Momen persalinan bagi beberapa wanita merupakan momen paling membahagiakan sekaligus menegangkan. Apalagi bagi wanita yang baru akan melalui persalinan pertamanya, ketidaktahuan dan rasa cemas biasanya akan melandanya dan juga sang suami.

Pada saat kita mendengar kata persalinan, hal yang terbayangkan dalam benak kita biasanya adalah rasa sakit yang tak tertanggungkan yang dihadapi oleh wanita. Bahkan kadang para wanita harus bertaruh nyawa untuk dapat melahirkan anak yang diimpikannya dengan suami.

Sebuah sumber menjelaskan bahwa wanita yang melahirkan dapat menanggung rasa sakit hingga 57 Del. Jika digambarkan ke dalam sebuah kasus, rasa sakit sebesar 57 Del itu setara dengan rasa sakit yang dirasakan saat 20 tulang seseorang dipatahkan. Padahal wajarnya, seseorang hanya bisa menahan hingga 45 Del saja.

Meskipun proses persalinan identik dengan rasa sakit dan hal mencekam lainnya, namun setiap wanita tetap menantikan momen tersebut. Oleh karena itu, di dalam Islam seorang mukmin dianjurkan untuk terus ikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT. Bentuk ikhtiar yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan persalinan yang lancar ada banyak, salah satunya dengan berdo’a kepada Allah SWT. Untuk itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai do’a persalinan.

Doa Persalinan

Doa Persalinan

Hakikat Melahirkan dalam Islam

Melahirkan dalam Islam dianggap sebagai salah satu jalan kematian yang syahid. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada 7 kematian syahid selain terbunuh di jalan Allah, salah satunya yaitu seorang wanita yang mati ketika melahirkan. Sehingga, melahirkan bukanlah pada dasarnya termasuk hal yang mulia di sisi Allah. Melahirkan adalah sebuah proses yang harus dilalui seorang hamba untuk dapat mendapatkan dan melanjutkan garis keturunananya.

Do’a agar Cepat Melahirkan Secara Normal dan Mudah

Persalinan yang normal, mudah dan lancar merupakan harapan setiap wanita pada kehamilannya. Namun, biasanya wanita hamil akan mengalami rasa tegang dan paranoid yang berlebihan pada saat memasuki ruang bersalin. Di dalam Al – Qur’an sendiri terdapat beberapa surat yang dapat diamalkan untuk memohon kelancaran dalam melahirkan. Sebagai seorang mukmin, ada baiknya kita mengamalkannya. Hal ini merupakan salah satu usaha terbaik yang dapat kita lakukan, sebab hanya Allah Ta’ala yang mampu mengabulkan permohonan kita. Adapun do’a – do’a yang dapat dilafadzkan adalah sebagai berikut:

  • QS. An-Nahl: 78

Surat pertama yang dianjurkan untuk dibaca pada saat persalinan yaitu Q.S. An – Nahl: 78. Surat An – Nahl termasuk surat Makkiyah yang ada di juz 14 terdiri dari 128 ayat. Surat ini merupakan salah satu surat yang dianjurkan untuk meminta kemudahan kepada Allah SWT. Adapun lafadz Q.S. An – Nahl: 78 adalah sebagai berikut:

 

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

 

Wallahu akhrajakum mim buṭụni ummahatikum la ta’lamụna syai`aw wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣara wal-af`idata la’allakum tasykurụn

Terjemahannya:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

(Q.S. An – Nahl: 78)

  • Q.S. Fatir: 11

Do’a yang selanjutnya dapat dibaca yaitu Q.S. Fatir: 11. Surat Fatir termasuk surat Makkiyah yang ada di juz 22 terdiri dari 45 ayat.  Adapun lafadz Q.S. Fatir: 11, sebagai berikut:

 

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

“ Wallahu khalaqakum min turabin tsumma min nuṭfatin tsumma ja’alakum azwaja, wa ma taḥmilu min untsa wa la taḍa’u illa bi’ilmih, wa ma yu’ammaru mim mu’ammariw wa la yungqaṣu min ‘umurihi illa fi kitab, inna dzalika ‘alallahi yasir.”

Terjemahannya:

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”

(Q.S. Fatir: 11)

  • QS.  Al – Zalzalah: 1 – 8

Surat yang ketiga yang dapat dibaca yaitu Q.S. Al – Zalzalah: 1 – 8. Surat Al – Zalzalah termasuk surat Madaniyah yang ada di juz 30 terdiri dari 8 ayat. Adapun lafadz Q.S. Al – Zalzalah: 1 – 8 yaitu sebagai berikut:

 

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ

“Idza zulzilatil-arḍu zilzalaha”

Terjemahannya:

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,”

 

وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ

“Wa akhrajatil-arḍu atsqalaha”

Terjemahannya:

“Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.”

 

وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ

“Wa qalal-insanu ma laha”

Terjemahannya:

Dan manusia bertanya, ‘Apa yang terjadi pada bumi ini?’”

 

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ

“Yauma`idżin tuḥadditṡu akhbaraha”

Terjemahannya:

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,”

 

بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ

“Bi`anna rabbaka auḥaa lahaa”

Terjemahannya:

Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.”

 

يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ

“Yauma`idziy yaṣdurun-nasu asytatal liyurau a’malahum”

Terjemahannya:

Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.”

 

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

“Fa may ya’mal mitsqaala dzarratin khairay yarah”

Terjemahannya:

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

 

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

“Wa may ya’mal miṡqāla żarratin syarray yarah”

Terjemahannya:

“dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

  • QS. Ar-Ra’d: 8

Surat selanjutnya yang dianjurkan untuk dibaca yaitu Q.S. Ar – Rad: 8. Surat Ar – Rad termasuk surat Madaniyah yang ada di juz 13 terdiri dari 43 ayat.

اَللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ اُنْثٰى وَمَا تَغِيْضُ الْاَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۗوَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهٗ بِمِقْدَارٍ

“Allaahu ya’lamu maa taḥmilu kullu untsaa wa maa tagiiḍul-ar-ḥaamu wa maa tazdaad, wa kullu syai`in ‘indahụ bimiqdaar”

Terjemahannya:

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.”

 

Selanjutnya ayat bisa dibaca untuk memudahkan ibu ketika hari persalinan terdapat dalam QS. Ar-Ra’d ayat 8.

 

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya

 

  • Ayat Kursi, Q.S. Al – A’raf: 54, Q.S. Al – Falaq dan Q.S. An – Naas

Berdasarakan sebuah salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Sayidatina Fathimah RA, yang kemudian disebutkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar. Bahwa pada saat persalinan sayidatina Fathiman ra, Rasulullah SAW berpesan kepada Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin untuk membacakan ayat kursi dan surat Al – A’raf: 54 di dekat sayidatina Fathimah ra. Selain itu Rasulullah juga meminta keduanya untuk membacakan surat Surat Al-Falaq dan An-Nas di dekat Fathimah.

Lafadz Q.S. Al – A’raf: 54 sebagai berikut:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

“Inna rabbakumullāhulladzii khalaqas-samaawaati wal-arḍa fii sittati ayyaamin tsummastawaa ‘alal-‘arsy, yugsyil-lailan-nahaara yaṭlubuhụ ḥatsiitsaw wasy-syamsa wal-qamara wan-nujụma musakhkharaatim bi`amrihii alaa lahul-khalqu wal-amr, tabaarakallaahu rabbul-‘aalamiin

Terjemahannya:

“ Sungguh, Tuhanmu adalah Allah, yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutup malam dengan siang yang mengiringinya dengan segera. Dia menciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang yang tunduk di bawah perintah-Nya. Ingatlah, hanya milik Allah segala penciptaan dan segala urusan. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam,”

(QS Al-A‘raf ayat 54)

Amalan tersebut dapat dibacakan oleh anggota keluarga atau suami pada saat menunggui sang ibu melahirkan.

  • Do’a Maryam

Berdasarkan sebuah ulasan, do’a Maryam merupakan salah satu do’a yang dapat digunakan untuk memperlancar proses bersalin.

ﺤﻨﺎ ﻭﻟﺪﺖ ﻤﺭﻴﻡ ﻭﻤﺭﻴﻡ ﻭﻟﺪﺖ ﻋﻴﺴﻰ ﺍﺨﺮﺝ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ ﺒﻗﺪﺮﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ

“Hannaa waladat maryama wa maryama waladat ‘iisaa ukhruj ayyuhal mauluudu biqudrotil malikil ma’buudi“

Terjemahannya:

“Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allaah) yang disembah “.

Do’a Setelah Melahirkan

Terdapat anjuran dalam Islam bagi ibu yang baru saja melahirkan, yaitu dengan membaca do’a berikut ini:

أُعِيْذُهُ بِالوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى حَسَدٍ

“U’iidzuhuu bil wahidis shomadi min syarri kulli dzii hasadin”

Terjemahannya:

“Aku berlindung akannya dengan pertolongan Tuhan yang Esa yang ditumpu segala kehendak kepadaNya daripada sekalian yang mempunyai dengki”

Do’a Setelah Mengadzani Bayi yang Baru Lahir

Setelah bayi lahir, sang ayah diharuskan untuk mengadzani sang bayi di telinga kanan bayi. Setelah itu, sang bayi dibacakan do’a berikut ini:
إِنّى أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ( آل عمران
“Innii u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minas syaithoonir rojiimi”
Terjemahannya:
Sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
(Q.S. Ali ‘Imran:36)
Jika sudah diadzani dan dibacakan do’a di atas, selanjutnya sang bayi diiqomahi pada telinga kirinya. Selanjutnya, diberi nama dan dicukur rambutnya. Kemudian dibacakan do’a berikut:
اللهم بارك لنا ولهذا الولد في حياته وطول عمره بطاعتك يا ارحم الراحمين
Allaahumma baarik lanaa wa lihaadzal waladi fii hayaatihii wa thowwil ‘umrohuu bi thoo’atika Yaa arhamar Roohimiin
Terjemahannya:
Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kami dan anak ini, serta panjangkan umurnya dengan senantiasa (menjalani) taat kepada-Mu wahai Dzat Yang paling menyayangi diantara yang menyayangi

Doa Mencium Bayi

Di Indonesia, khususnya di jawa biasanya orang – orang akan menjenguk ibu dan bayi yang baru lahir sebagai tanda bahwa orang – orang turut bersuka cita. Pada saat menjenguk bayi, jika Anda hendak mencium sang bayi bacakanlah lafadz do’a berikut ini untuk sang bayi:

 

اللهم حببه واحب من يحبه
“Allaahumma habbibhu wa ahibba man yuhibbuhuu”
Terjemahannya:
Ya Allah cintailah dia dan cintai pula orang-orang yang mencintainya
Demikian ulasan mengenai do’a persalinan, semoga dapat memberikan manfaat bagi Anda. Jika ada kesalahan penulisan redaksi atau ketik, kami mohon maaf.

Your Thoughts