Doa Aqiqah Anak Laki Laki dan Perempuan Sesuai Sunnah

By:
Categories: Seputar Aqiqah
No Comments

Doa aqiqah anak laki laki dan anak perempuan pada saat acara walimatul aqiqah biasanya dilafadzkan menggunakan bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menggunakan bahasa Arab pada saat berdoa. Namun demikian tidak ada larangan untuk menggunakan bahasa daerah, dengan catatan tidak menyalahi adab – adab di dalam berdoa.

Untuk memudahkan shohibul aqiqah pada saat menunaikan ibadah aqiqah, ada baiknya untuk mengetahui bahasa Arab, latin dan terjemahan dari doa niat aqiqah anak laki laki dan anak perempuan.

Melafadzkan do’a aqiqah untuk anak laki2 maupun perempuan pada saat menunaikan ibadah aqiqah merupakan salah satu amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Melafadzkan doa aqiqah pada anak laki laki dan anak perempuan yang sedang diaqiqahi merupakan salah hal yang penting untuk diketahui oleh shohibul aqiqah (orang tua).

Kita juga perlu mengetahui doa aqiqah menurut syariat Islam sesuai salaf. Sebab ibadah aqiqah ini diteruskan oleh para sahabat Rasul hingga akhirnya sampai kepada jaman ini.

Umumnya orang tua yang sedang menyambut kelahiran bayi akan disibukkan dengan mencari perlengkapan bayi. Akan tetapi hal yang tidak boleh terlupakan adalah mendoakan kebaikan anak sejak di dalam rahim. Hal ini pun sama saat akan menyelenggarakan aqiqah untuk anak kita. Selain sibuk mempersiapkan perlengkapan aqiqah tentu sebagai orang tua ada baiknya untuk mendoakan kebaikan untuk anak kita dengan doa aqiqah.

Baca artikel lengkap kami tentang Tata Cara Aqiqah Anak & Dewasa: Aqiqah Sesuai Sunnah

Adab dalam Berdoa

Doa Aqiqah

Doa Aqiqah

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai doa aqiqah untuk anak laki – laki dan perempuan, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu adab – adab di dalam berdoa. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat sedang berdoa kepada Allah Ta’ala. Adab di dalam berdoa adalah sebagai berikut:

  1. Mengucapkan pujian kepada Allah Ta’ala, bisa dengan membaca basmallah terlebih dahulu sebelum berdo’a dan diakhiri dengan mengucapkan shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
  2. Mengulangi do’a tersebut sebanyak 3 kali
  3. Terus – menerus (istiqomah) dalam berdo’a
  4. Khusnudzan (berbaik sangka) kepada Allah Ta’ala
  5. Mengakui dosa-dosa yang diperbuat, hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai seorang hamba berupaya untuk menyempurnakan penghambaan terhadap Allah
  6. Bersungguh – sungguh ketika berdo’a
  7. Berdoa dengan lafadz yang singkat dan padat namun bermakna yang luas
  8. Hendaknya memulai dengan mendoakan diri sendiri, hal ini dilakukan jika ia hendak mendoakan orang lain
  9. Memilih watu mustajab saat hendak berdoa, waktu mustajab di antaranya adalah: tengah malam, di antara adzan dan iqamah, pada saat adzan, di saat dalam sujud, saat sedang berkecamuk peperangan, setelah waktu Ashar, pada hari Jum’at, pada hari Arafah, ketika turun hujan, pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan (Lailatul Qadar). (Lihat ad-Du’a, karya ‘Abdullah al-Khudhari)

 

Baca artikel lengkap kami tentang Hukum Hewan Aqiqah selain Kambing Menurut Ulama Islam

Doa Aqiqah Bahasa Arab atau Bahasa Daerah?

Beberapa orang mungkin akan bertanya – tanya apakah diperbolehkan untuk berdoa di dalam bahasa lain selain Arab. Sebenarnanya tidak ada larangan tentang berdoa di dalam bahasa daerah, namun demikian hal yang perlu diingat bersama adalah bahwa harus mengedankan adab – adab dalam berdoa. Tidak diperkenankan bagi seorang muslim untuk berdoa secara asal – asalan.

Mengenai perkara ini juga ada yang berpendapat bahwa berdoa dengan bahasa Arab lebih utama daripada menggunakan bahasa lainnya. Namun permasalahannya, ada yang sekedar berdoa menggunakan bahasa Arab, namun belum memahami makna dari doa tersebut.

Hal ini berkaitan dengan tata cara berdoa pada saat menunaikanibadah aqiqah. Aqiqah sebagai salah satu ibadah sunnah muakkad yang syarat dan rukunnya sudah jelas perlu dilakukan dengan baik, begitu pula pada saat akan mendoakan anak yang diaqiqahi.

Adapun niat pada saat akan menunaikan ibadah aqiqah adalah sebagai berikut:

أَللَّهُمَّ هَذِهِ عَقِيْقَةُ …..بْنِ/بِنْتِ فَتَقَبَّلْهَا

Alloohumma haadzihii ‘aqiiqotu……bin/binti….fataqob-balhaa

Terjemahannya:

“Ya Allah, ini adalah aqiqah …bin/binti…maka terima lah.”

Pada saat melafadzkan niat aqiqah, shohibul aqiqah dianjurkan untuk menyebutkan nama anak yang akan diaqiqah disertai nama orang tua anak tersebut.

Teks Bacaan Doa Walimatul Aqiqah

Biasanya aqiqah juga diiringi dengan sesi ceramah oleh ustadz, ajengan (dalam adat Jawa) atau pemuka agama yang ada sekitar lingkungan shohibul aqiqah tersebut melaksanakan acara. Ustadz tersebut sengaja diundang untuk menghadiri acara tasyukuran atau walimatul aqiqah.

Hal tersebut bukan sebuah keharusan, namun biasanya ustadz/ajengan/pemuka agama lebih paham dan hafal mengenai doa aqiqah tersebut. Sehingga ini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang turun temurun di kalangan masyarakat untuk mengundang ustadz/ajengan/pemuka agama pada saat acara aqiqah.

Jika ustadz tersebut berhalangan untuk hadir, maka bisa digantikan oleh orang yang dituakan di lingkunan tersebut. Orang yang dituakan tersebut kemudian diberikan amanah untuk meminpin doa pada saat acara aqiqah berlangsung. Dan diperbolehkan atasnya untuk membawa teks bacaan jika memang tidak hafal bacaan doa aqiqah. Tidak ada larangan untuk melakukan hal ini.

Biasanya acara aqiqah ini juga disebut juga dengan acara kenduri aqiqah. Istilah ini biasanya ada di daerah seperti pulau Jawa. Namun istilah ini mulai populer di masyarakat luas yang ada di Indonesia.

Adapun lafadz doa walimatul aqiqah adalah sebagai berikut:

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا. اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ, بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ. واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ.

Latinnya:

Bismillahirrahmanirrahim

Washollallahu (washolawwohu) ‘ala sayyidinaa mukhammadin wa ‘alaa alihi wasokhbihi wasallam,

Allahumma U’iydzuhu bilwaakhidish-shomadi minssyarro kulla dziy khasadin. U’iy dzu haa bika wadzuuoyyatahaa minasy-syaiythoonirrojiymiAllahummaj’al hadzaal waladan shoo likhan.

Allahumma innaa nas’alukassalaamatan fiiddunyaa waddaiyni wanas’alukazzayaadata walbarokata fiil’ilmi waarzuqil marzuuqiina.

Ilahii innaka qod ‘allamta adamal asmaa’akullahaa waqod amaranaa nabiyyaka mukhammadin Shollallahu ‘alaihi wasallama bi’ikhsaa nihaa fahaa nakhnu nusammaa hadzaalwalada bismi yunaasibu.

Ahlalbaiyti…. Ilahii Ashbakhnaa ‘alaa fothrotilislaami wa’alaa kalimatil ijlaashi wa’alaa diyni nabiyyanaa Mukhammadin shollaallahu ‘alihi wasallama ‘alaa millati abiynaa ibroohiima khaniifammuslimawamaa kaana minamussyrikiin.

Allahumma innaa nas’aluka lisaandzaakirowaqolbangsyaa kirowabadanangshoobirowazawjatangtu’iynunaa fiiddunyaa wal aakhirot.

Wana’uudzubika yaa robbunaa miwwaladiyakuunu ‘alainaa sayyadawamimmro’ati tusyayabunaa qobla waqtilmasiybi wamimmaliyyakuuna ‘adzaaballanaa wawabaalan ‘alaynaa wamingjaarin irroaa minnaa khasanatang katamahaa wairroaa minna syaiy’atan.

Af syaa han. Allahumma taqobbal minnaa ‘aqiiqotanaa robanaa, birokhmatika yaa arkhamarroookhimiin.

Walhamdulillah hirobbil alamin

Terjemahannya:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Semoga rahmat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, teriring keluarganya, dan sahabatnya.

Ya Allah, aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada Tuhan yang maha esa lagi Tuhan tempat meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan untuk ibu anak-anak dan keturunannya dengan Zat Engkau dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, hendaklah Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dunia dan agama, kami memohon kepada-Mu penambahan dan keberkahan dalam ilmu, dam limpahkanlah rizki kepada orang-orang yang berkah mendapatkan rizki.

Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Adam, dan sungguh Nabi-Mu Muhammad Saw telah memerintahkan kepada kami memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini …..(sebutkan nama anak).

Wahai Tuhanku, kami dipagi hari di atas kesucian Islam, di atas kepastian ikhlas, di atas agama Nabi Muhammad Saw, dan di atas agama bapak kami Ibrohim sebagai orang yang cenderung kepada kebenaran lagi yang tunduk (kepada ajaran) dan tidaklah ia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu lisan yang berzikir, hati yang bersyukur, badan yang bersabar, dan istri yang menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang kepada kami sebagai tuan, dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang menjadi siksaan dan bencana bagi kami, dan dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahati Tuhan kami, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang.

Dan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Baca juga artikel kami tentang Paket Aqiqah Tangerang 2019: Harga Jasa Murah & Kambing Aqiqah Enak

Rekomendasi Paket Aqiqah Tangerang

Jika Anda berkeinginan untuk mengaqiqahkan putra putri Anda secara ekonomis, praktis dan syar’i Anda dapat menggunakan jasa Aqiqah Tangerang.

Kami menerima pemesanan untuk acara aqiqah Anda dengan berbagai paket pilihan. Untuk pemesanan dan informasi harga, silakan hubungi customer service kami di:

Customer Service Aqiqah Tangerang:  081380087643

Your Thoughts